Dia belayar menuju temaram senja,
tanpa cadik, tanpa layar.
Tanpa dayung sebagai pengayuh,
hanya yakin pada angin yang berhembus.
Biarkan dia terbaring dalam lelapnya,
kerna jiwa itu dirasuk cinta,
Biarkan dia beristirahat,
kerna dua matanya teramat lelah.
Hapuslah sudah air matamu, saudaraku.
Selama ini rindu mu hanya memaku sepi,
kelaku sekadar lepaskan ucap
"Kamu, Kamu dan Kamu".
Tiada dupa sewangi jasamu.
Innalillahi wa inna ilaihi raji'un.